cinta begitu menyulitkan. begitu rumit hingga aku tak tahu harus berbuat apa.
aku mencintai seseorang, namun aku telah berbuat kesalahan hingga aku harus meninggalkan dia.
kini saat keinginan kembali itu ada, dia malah membuatku sakit hati.
aku harus menunggu dalam kesakitan dengan melihat dia bersama cowoknya.
yang mana dia bilang dia tidak sayang dengan cowoknya ini, namun dia brusaha untuk membuatnya bahagia.
rasa sakit dihatiku bergejolak kencang dan membara mengetahuinya.
dia bilang dia mencintaiku, namun dia tege liat aku sakit dan malah brusaha membuat cowok itu bahagia didepanku.
malah dia sudah buat janji denganku untuk memutuskan cowok itu tgl 15 Januari, lalu aku bikin sebuah keputusan,
pada malam tahun baru 2007 dia akan kluar sama cowoknya, jika dia pulang dan sakit, maka hari itu juga dia harus putuskan cowok itu.
akan tetapi dia mengundur semua itu dan bilang kalo abis UAN...jika memang dia sayang sama aku, maka sudah sewajarnyalah dia putus dan kembali padaku, bukan seperti ini.
dalam penantian itupun aku diharapkan tidak tahu tentang privasinya.
privasinya ini adalah aku tidak boleh tahu nanti dia mau nyakiti itu cowok atau mau membahagiain itu cowok.
betapa tidak hancur hatiku.......
dia yang kucinta, dia yang kusayang, dia yang aku takut untuk kehilangannya
malah dia bersikap sebaliknya.
dia bilang sayang, dia bilang cinta
namun dia tak takut kehilanganku, dia rela mlihatku sedih dan sakit
dia malah membahagiain orang lain
tak perduli akan luka yang kualami ini.
aku harus mengerti semua perasaan dia, sedangkan dia gak mau ngerti perasaanku.
apa aku harus mengalah terus???apa akan seperti ini sampai nikah nanti???
bukankah seorang laki-laki tiu yang memimpin???
bukankah seorang wanita itu harus turut apa kata lelakinya???
No comments:
Post a Comment