kenapa ???
itu adalah sebuah pertanyaan besar bagiku saat ini...
ada pepatah bilang "air tuba dibalas dengan air susu"
aku adalah seseorang yang menganut pepatah itu...
karena dengan berbagai pertimbangan dan pemikiran yang cukup dalam,
pepatah diatas memang mengandung arti yang sangat besar...
selain merekatkan persaudaraan, teman, dan yang lainnya...
juga mengandung arti bahwa menghargai perbuatan orang lain,
baik itu berdampak buruk bagi kita, dapat membuat kita lebih sabar lagi...
namun yang menjadi pertanyaan besarku adalah...
"apakah aku akan terus-terusan sebagai orang yang selalu membalas dengan air susu???"
apakah benar bahwa kesabaran itu ada batasannya???
apakah aku akan selalu menjadi bahan percobaan dan kekonyolan mereka???
apakah akan selalu aku yang akan menjadi bahan lelucon mereka???
haruskah aku membalasnya dengan susu, jika susu yang aku punya telah habis???
apakah akan selalu berjalan begitu???
adilkah sesuatu yang seperti itu???
memang benar juga bahwa roda itu terus berjalan...
kadang kita diatas, kadang juga kita berada dibawah...
namun apakah aku akan selalu berada dibawah???
kapan aku akan berada diatas???
apakah dengan selalu membalas dengan air susu
aku akan lebih setingkat lebih tinggi derajatku dibanding dengan orang yang memberiku air tuba???
akankah aku akan selalu diperlakukan seperti itu???
apakah aku adalah orang yang sehina itu, sehingga aku selalu mendapatkan air tuba dari orang lain???
bahkan orang-orang yang telah aku anggap sebagai teman, teman yang sangat dekat,
karena aku tak pernah membedakan teman...semua yang dekat denganku adalah teman dekatku...
ternyata hal yang seperti itu tidak akan pernah terjawab dengan pasti...
ada yang bilang itu adalah suatu cobaan yang harus kita jalani sebagai penebal iman...
tapi akankan berjalan terus seperti ini???
adilkah ini???
aku telah memperlakukan teman-temanku dengan baik, bahkan aku selalu membela mereka saat mereka membutuhkan...
itu pun dengan atau tanpa mereka memintanya dulu kepadaku...
karena bagiku kebahagiaan teman adalah yang nomor satu...
bahkan aku selalu tersenyum bahkan kepada musuhku sekalipun...
namun apakah kebahagiaan temanku itu adalah dengan melihat aku menderita???
apakah dengan melihat aku diolok dan dihina, bahkan menjadi bahan tertawaan mereka adalah kebahagiaan bagi mereka???
bahkan aku selalu membalas dengan senyuman segala yang dilakukan mereka kepadaku yang telah menyakitiku...
namun mereka malas semakin menjadi-jadi...
apakah itu yang dinamakan membahagiakan teman???
apakah memang benar bahwa KARMA itu ada???
akankah mereka sadar???
akankan mereka mengerti kalau aku ini adalah orang yang mereka sakiti???
akankah mereka mengerti perasaanku ini???
akankah aku akan diberi kesabaran dan air susu yang lebih banyak untuk membuat teman-temanku bahagia???
namun setiap kali mereka berbuat hal yang tidak aku senangi dan menyinggung perasaanku,
aku selalu memaafkannya...bahkan berulang-ulang aku memberi mereka maaf...
tapi akankah mereka memaafkanku saat aku tak sengaja menyakiti mereka???